Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Tiga huruf, berbahaya selalu bersemayam dalam setiap manusia yang harus ditaklukan dan dibuang.
Buku dengan sampul merah yang yang saya pernah baca namun belum selesai, saya tergerak untuk melanjutkan menyelesaikan untuk mengurangi screen time minggu ini yang lebih banyak mudaratnya.
Buku ini ditulis oleh penulis muda terkenal Ryan Holiday, berjudul ego is the enemy .
Buku ini menyadarkan saya bahwa musuh terbesar dari manusia adalah egonya diri sendiri.
Anggapan kita selama ini hambatan utama untuk meraih kesuksesan yaitu lingkungan atau bahkan orang lain lain atau pesaing.
Salah, justru hambatan dan musuh terbesar justru ada dalam diri kita sendiri yaitu ego kita!.
ya, apapun tujuan serta keinginan kita yang pertama harus dibuang dan disingkirkan yaitu ego kita sendiri.
Apa yang ditulis oleh Ryan ini sangat relate dengan kondisi kehidupan sosial saat ini, banyak dari kita merasa pekerjaan yang kita lakukan saat ini tidak memberi apa-apa, perasaan merasa kurang, harusnya saya berada diposisinya karena saya lebih unggul, sering merasa paling tahu dan paling benar, pekerjaannya bukan passion, merasa lebih penting dan berharga dari yang lain.
Dalam buku ini, Ryan menguraikan dengan sangat rinci dan jelas disertai dengan contoh-contoh dari tokoh terkenal didunia, dari pengusaha sampai dengan birokrat mereka sukses karena mengusir ego dan mereka jatuh karena memelihara dan membesarkan ego dalam diri mereka.
Ego tumbuh dalam diri dan menyatu setiap langkah kehidupan, Ryan menjelaskan ego muncul pada 3 fase kehidupan yaitu pada saat gagasan/pikiran, ketika kita sukses dan ketika kita gagal.
Dalam fase gagasan/pikiran, ego sering muncul ketika sedang berporses dan mengejar kesuksesan, terutama dalam pikiran kira. ego yang tinggi akan menghancurkan impian kita. Pada saat mengejar Impian, ego sering muncul seperti malas belajar karena paling tahu, mengabaikan kritik dari orang sekitar, menjadi merasa paling benar.
Maka, kendalikan ego pada fase ini dengan sadar dan jujur pada diri sendiri serta renungkan kita mengejar impian atau kesuksesan untuk diri sendiri atau memberi makna untuk orang lain.
Pada saat fase menjalani kesuksesan, ego paling berbahaya mulai muncul dan akan menjadikan diri kita paling angkuh, arogan, bahkan soombong, tidak mau mendengar orang lain, merasa dirinya lebih dan punya segalanya termasuk power yang kuat.
Pada fase ini sering orang-orang yang sukses dan besar seperti pebisnis dan pejabat penting jatuh karena menuruti ego yang semakin kuat.
Mengendalikan diri, rendah diri, mendengar dan menerima masukan dari orang lain adalah cara membunuh ego pada saat menjalani kesuksesan ini.
Bahkan pada fase ketika menghadapi kegagalan, ego tetap ada, bagaimana ego merasuk dalam diri kita, merasa gagal, merasa bodoh, merasa benci berlebihan dan kegagalan sebagai akhir semuanya.
Apabila kita tidak mengusir Ego ini akan membuat kegagalan menjadi permanen, kita perlu memanfaatkan momentum kegagalan sebagai kesempatan memperbaiki diri pikiran kita. Maka bunuh ego kita dengan keberanian untuk bangkit, kerendahan hati, refleksi diri.
Tidak ada satu pun dari kita yang tidak memiliki ego sama sekali. Namun, yang terpenting kita tau bagaimana kita mengelola, menundukkan ego itu sendiri.
Kita perlu pahami bagaimana cara meredamnya, menyelurkan dan melepaskannya ketika ego muncul.
ilustrasi gambar by AI