Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Saat sidang Paripurna DPR RI tanggal 25 Mei 2026 lalu, Presiden RI Prabowo Subianto sempat sejenak menghentikan pidato kenegaraan yang sakral, hanya sekadar menyeruput kopi. Saya mohon izin boleh saya minum, Ibu Ketua?”, peristiwa ini sangat langka dan belum pernah dijumpai sebelumnya. Kini kopi hadir menjelma menjadi simbol politik dan kenegaraan.
Rehat ngopi Presiden mengirim pesan bermakna tentang arti secangkir kopi, hal yang lumrah di Indonesia, kebiasan minum kopi sudah menjadi simbol budaya, politik dan sosial bahkan penggerak ekonomi.
Dahulu, meminum kopi identik dengan kebiasaan bapak-bapak, menghisap cerutu dan sambil membaca koran di pagi hari. Namun kini, meminum kopi telah membudaya tidak lagi mengenal gender, melupakan usia dan kelas sosial dan tidak mengenal waktu.
Secangkir kopi akan menjadi bermakna ditangan peminumnya dan selalu ada alasannya.
Konon, hampir semua Presiden RI memiliki kegemaran untuk meminum kopi. Mantan presiden Jokowi, menjadikan kopi sebagai alat diplomasi melalui suguhan secangkir kopi khas Indonesia untuk tamu kenegaraanya.
SBY menjadikan kopi sebagai inspirasi seni melalui syair puisi yang dipersembahkan almarhumah istri tercinta, ditangan Gus Dur menjadikan kopi sebagai filosofi kehidupan yang penuh pesan dan sarat makna.
Tak heran, kegemaran minum kopi, menjadikan bisnis yang menjanjikan, warung kopi tidak hanya menjajakan aneka rasa kopi namun menawrkan tempat estetik dan ruang bersama yang tiap hari tidak pernah sepi dan tidak mengenal batas waktu untuk sekedar menikmatinya.
Fenomena sosial tumbuh, gerobak keliling dan fenomena kopi starling (starbucks keliling) yang menjajakan kopi yang ramah dikantong.
Dalam pergaulan sosial, Istilah “ngopi” adalah ajakan tanpa beban dan jeda dari rutinitas sementara, maka lahir istilah obrolan warung kopi, ngobrol sana sini hanya sekedar menghilangkan penat dan pahitnya kehidupan. Obrolan politik dan gosip yang terkadang belum tentu kebenarannya._
Diwarung kopi tercipta ruang yang nirsekat dan tidak mengenal status sosial, umur maupun profesi, semua duduk setara bersama dengan secangkir kopi dihadapannya.
Secangkir kopi, menjadikan rasa kebersaaman, rasa terhubung, memecah kebuntuan komunikasi, seperti yang ditulis Dee Lestari dalam bukunya filosofi kopi “kopi tidak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya, karena dihadapan kopi kita semua sama”.
yuk ngopi☕