Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Pahot, pemuda yang memiliki mimpi besar untuk sukses, nekat melakukan perjalanan ke kota besar, meninggalkan desa tempat ia dibesarkan.
Perjalanan ke kota besar hanya bisa ditempuh satu-satunya menggunakan kapal penyeberangan tradisional dari desanya, dengan lama perjalanan selama 8 jam.
perjalanan menuju mimpinya tidak mulus, ketika malam tiba saat semua penumpang sudah terlelap. Pahot pergi ke buritan kapal dengan mata masih mengantuk hanya sekedar ingin membuang air kecil yg sudah ditahannya sejak sore, namun nasib berkata lain ia terpleset dan badannya tercebur jatuh ke laut.
Pahot terus berusaha berenang dan teriak minta tolong namun tidak ada satupun orang yang mendengar dan kapal tetap melaju menjauh darinya. Pahot pingsan dan badannya terbawa ombak akhirnya terdampar di sebuah pulau kecil. Sebuah pulau indah, berpasir putih yang tidak berpenghuni.
Sudah tiga hari ia terdampar di pulau, setiap hari yang dilakukan hanya bisa pasrah dan berdoa serta bertahan hidup dari alam dan menunggu datangnya keajabain.
Sekitar 2 mil dari pulau dimana Pahot berada, nampak terombang ambing di lautan, kapal ikan yang berisi empat nelayan yg menangkap ika, mereka harus berjuang menaklukan ganasnya gelombang lautan.
Kerusakan mesin yang tidak bisa diatasiny sehingga mereka memutuskan mencari sebuah pulau terdekat hanya sekedar berteduh menunggu ombak reda sambil memperbaiki mesinnya. Perlahan tapi pasti ombak dan serta angin yang kurang bersahabat membawa kapal itu ke sebuah pulau.
Pahot mengucap Syukur, berteriak dan melambaikan tanggannya, ketika melihat kapal yang mendekat perlahan ke pulau dia berada. Demikian juga nelayan yang ada di kapal, kegirangan karena melihat sebuah pulau kecil setelah terombang-ambing tanpa arah selama dua hari di lautan.
Bagi Pahot yang terdampar di pulau, kedatangan kapal ikan merupakan peristiwa yang menggembirakan, sebaliknya bagi dua orang pria yang ada diatas kapal ikannya melihat daratan adalah kado Istimewa jawaban atas doa setelah terombang-ambing berhari-hari di lautan.
Kisah pahot dan kapal nelayan di pulau, mengajarkan arti kehidupan bahwa kebahagian hidup itu sangat tergantung dari apa yang kita butuhkan bukan dimana kita berada.
Refleksi bagi kita dalam dunia kerja, kita sering mengeluh dan menganggap posisi saat ini kita biasa-bisa saja, namun siapa sangka posisi kita merupakan impian dan cita-cita bagi orang lain.
Maka bersyukur, jadilah versi diri sendiri tidak perlu hidup dengan membandingkan diri dengan versi hidup orang lain, berikan dan berbuat yang terbaik.
Cerita ini Hanya Fiksi