Kura – Kura

Setiap tanggal 23 Mei diperingati sebagai sebagai hari kura-kura atau penyu sedunia. Kenapa hewan ini menjadi istimewa sampai diperingati semesta.

Kekaguman manusia atas biota laut ini telah melegenda, di India ada mitologi, hewan ini dipercaya menggambarkan peran krusial dalam menjaga keseimbangan dan kehancuran. Dalam mitologi masyarakat Tiongkok menganggap binatang ini sebagai symbol stabilitas dan salah satu hewan suci.

masyarakat adat lokal kita ada kepercayaan, penyu adalah penjelmaan dewa yang disucikan dan dagingnya dijadikan sesajian dalam upacara adat.

Dalam dunia modern saat ini kura-kura juga dijadikan ikonik dalam berbagai film popular seperti kung fu panda, teenage mutant ninja turtle, Moana dll.

Di Indonesia penyu termasuk merupakan spesies/biota yang dilindungi keberadaanya atau terancam punah dan sudah mulai langka, dalam berbagai riset, menunjukkan kura-kura memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem lingkungan. sehingga dijaga kelestariannya.

Bahkan, saking pentingnya dalam dunia perikanan dilarang untuk menangkap ikan dan jaringnya harus dipasang Turtle Excluder Device (TED) atau alat untuk melepaskan penyu supaya tidak tertangkap.

Dari anatomi, behavior, kehidupan kura-kura memberikan pesan dan filosofi yang menawarkan perspektif serta inspirasi bagaimana dalam kehidupan.

Sifat kura-kura bertelur dalam jumlah yang banyak mencapai ratusan butir, kemudian ditimbun didalam pasir dan ditinggalkan begitu saja, mengandalkan alam untuk mentaskan telurnya. Merepresentasikan pesan agar bekerja dalam sunyi, sepi dari mata yang mengamati tidak perlu mencari sorot lampu atau validasi, namun menghasilkan banyak telur atau kinerja serta prestasi.

Habitat kura kura hidup di laut bahkan lintas Samudra, menjalani proses yang melelahkan naik ke Pantai, menggali lubang untuk bertelur, mengingatkan kita bahwa perjalanan hidup tidak mudah, tidak boleh menyerah dan terus bekerja keras untuk menggapai cita-citai atau tujuan.

Anatomi tubuhnya memiliki cangkang yang kuat, menggambarkan bahwa kedamaian, ketentraman sejati berasal dari diri bukan dari lingkungan sekitar.

Kura-kura selalu Mengingat dan akan kembali ketempat dilahirkan, memberikan pesan dan makna bahwa sebagai mahkluk hidup akan kembali kepada kehidupan asal yang hakiki yaitu sang pencipta.

Gerakan yang lambat dan berumur ratusan tahun, memberikan pesan bahwa kecepatan bukanlah segalanya. Namun kesabaran adalah kunci utama. Serta menjadi diri sendiri tidak merasa bersaing dengan orang lain.

Mari kita terus belajar dan jaga alam semesta yg banyak mengajarkan keselerasan kehidupan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *